Kawal Ketahanan Pangan, Polres Pelalawan Cek 12 H Jagung Pipil KUD Sialang Makmur

PELALAWAN – Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara S.I.K bersama jajaran dan Kabid Pangan Pemkab turun langsung mengecek progres lahan jagung pipil tumpang sari KUD Sialang Makmur pada Kamis, 11 Juni 2026 sekira pukul 14.00 WIB.

Lokasi tanaman berada di Lahan Tumpang Sari KUD Sialang Makmur, Desa Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras. Lahan ini jadi percontohan swasembada jagung pipil dengan skema kuartal I dan II agar panen bergilir.

Bhabinkamtibmas bersama pengelola KUD monitoring dan evaluasi pertumbuhan lebih terukur dari tanam sampai panen.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan berupa pengecekan fisik tanaman kuartal I seluas 2 H dan kuartal II seluas 10 H. Hasilnya, Kuartal I tinggi 1,8-3 meter, daun hijau, tongkol sudah tua, perkiraan panen pertengahan Juli 2026.

Kuartal II tinggi 25-100 cm, umur 1 bulan, sudah dipupuk urea+TSP dan disemprot hama ulat-gulma, perkiraan panen awal September 2026. Bhabinkamtibmas beri edukasi khusus lahan bertekstur tanah kuning agar perawatan, siram dan pupuk ditingkatkan.

AKBP John Louis Letedara, S.I.K menyampaikan bahwa pengecekan ini bagian dari komitmen Polri dukung ketahanan pangan nasional dan Asta Cita.

“Kami pantau langsung 40 H di KUD Sialang Makmur. Pertumbuhan jagung umur 30 hari sangat baik, hanya sebagian stunting karena tanah kuning. Saya minta Bhabinkamtibmas Sialang Indah Aipda Samuel edukasi pengelola dan Kades untuk perkuat siram dan pupuk. Ketua Petani dan Kabid Pangan M Taufik juga saya sarankan rutin rawat agar jagung stunting bisa tumbuh subur. Tujuannya satu, panen optimal dan kesejahteraan petani naik,” pinta AKBP Jhon Louis Leterada.

Dari 2 Ha kuartal I yang siap panen Juli hingga 10 Ha kuartal II yang tumbuh subur, KUD Sialang Makmur membuktikan desa bisa jadi lumbung jagung. Dengan pendampingan Bhabinkamtibmas dan perhatian langsung Kapolres gangguan tanah kuning bisa diatasi.

“Sinergi Polri, Pemda dan petani ini harapan baru agar Pelalawan tak hanya jaga keamanan, tapi juga jaga pangan,” ujarnya.

Semangat Melindungi Tuah Menjaga Marwah diwujudkan sampai ke ladang, memastikan setiap tongkol jagung tumbuh untuk ketahanan pangan Pelalawan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *