KUANSING – Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Muara Petai dengan Desa Muara Tiu Makmur, Kecamatan Pucuk Rantau resmi rampung 100 persen pada hari ke-18, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut difokuskan pada tahap akhir berupa pengecatan jembatan sebagai penyempurna sebelum digunakan sepenuhnya oleh masyarakat.
Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang menjadi akses vital bagi warga dua desa tersebut.
“Alhamdulillah, kemarin progres pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi telah selesai 100 persen. Ini bukan hanya tentang membangun jembatan fisik, tetapi membangun harapan dan memudahkan aktivitas masyarakat,” ujar AKBP Hidayat, Minggu (01/03).
Pembangunan ini melibatkan 5 personel Brimob, 3 personel Sabhara, 2 personel Polairud serta 20 personel gabungan Polres dan Polsek jajaran. Selain itu, turut berpartisipasi 6 orang masyarakat dan 5 orang teknisi yang bersama-sama menyelesaikan pekerjaan di lapangan.
Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata komitmen dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan akses transportasi yang aman dan layak.
“Kami ingin Polri benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ketika akses penyeberangan aman dan lancar, anak-anak bisa bersekolah dengan nyaman, hasil kebun bisa dibawa ke pasar tanpa hambatan, dan roda perekonomian dapat bergerak lebih baik,” jelasnya.
AKBP Hidayat juga mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan personel dan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
“Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita. Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, pekerjaan berat pun bisa diselesaikan dengan baik dan penuh rasa kekeluargaan,” pungkasnya.
(red)












