PEKANBARU – Group kesenian tradisional perantau asal Maninjau yang didukung IKTR Pekanbaru kembali turun kejalan menampilkan Atraksi Tambua Tasa di Fly Over Pasar Pagi Arengka, Ahad (21/12/2025).
Di bawah pimpinan Bundo Heppy Roza dan didukung oleh Yendrizal Sutan Marajo, Martin Adam Sutan Rajo Alam, Bundo Desi Hartini dan Marlis, Group Sanggar Prosa Bhagya melakukan Atraksi Tambua Tasa untuk menghimpun dana bagi dunsanak yang tertimpa musibah di kampung halaman.
“Kami dan anak anak kami akan berusaha semaksimal mungkin menampilkan yang terbaik untuk menghimpun dana dan Insya Allah akan disalurkan untuk dunsanak kami yang tertimpa musibah di kampung halaman,” kata Yendrizal Sutan Marajo.
Martin Adam, Pembina Sanggar Prosa Bhagya menambahkan, mudah-mudahan penampilan kami bisa menggugah masyarakat Kota Pekanbaru memberikan donasi untuk disalurkan bagi saudara kita yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu.
Penggalangan dana dengan menampilkan Atraksi Tambu Tasa akan dilakukan sampai akhit tahun 2025.
“Dengan dibantu group kesenian tradisional ini, akan melakukan sampai penghujung tahun ini. Insya Allah awal Januari tahun 2026 hasil dari pengumpulan donasi ini akan kita salurkan ke dunsanak-dunsanak di Maninjau,” ucap Sekretaris Umum IKTR Pekanbaru, Imrunas, S Pi Sutan Sari Alam.
Ketum dan Dewan Pembina IKTR Pekanbaru (Asbi Yasir Datuak Tanameh dan Berman SE Sutan Caniago) sangat mengapreasiasi dan berterima kasih kepada warga perantau asal Salingka Danau Maninjau.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada warga perantau asal Salingka serta group kesenian yang secara spontanitas melakukan penampilan Kesenian Tambua Tasa untuk menggalang dana bagi dunsanak di kampung halaman,” ujarnya.
(red)












