KAMPAR – Perjuangan keras memadamkan titik api di lahan gambut tebal memasuki hari ke-11 dengan komando penuh langsung dari Kapolres Kampar. Pada Selasa, 25 Agustus 2026 sekira pukul 08.30 WIB, operasi pemadaman dan pendinginan masif digelar di Jalan Keluarga, Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang dengan koordinat lokasi tercatat akurat 0.426282, 101.318764.
Kebakaran telah menghanguskan area seluas sekitar 13 hektar dengan kondisi medan yang sangat menantang berupa tanah gambut dalam yang tertutup semak belukar rapat. Karakteristik lahan ini membuat api sering bersembunyi di dalam tanah dan sulit dinyatakan benar-benar mati seketika. Identitas kepemilikan lahan saat ini masih dalam proses penelusuran mendalam.
Menghadapi tantangan tersebut, Kapolres Kampar membagi kekuatan menjadi 10 Regu Operasi yang disebar pada 10 titik kritis penanganan. Sinergi lintas unsur terbangun sangat kuat dengan total personel gabungan yang terdiri dari Polri 153 personel, Brimob 45 orang, TNI 30 personel, BPBD 18 personel dan Manggala Agni 18 personel serta dukungan berharga dari PT SBAL 9 orang, PT Tasma Puja 4 orang dan PT Rama Jaya Pramukti 6 orang.
Peralatan tempur disiapkan lengkap dan disesuaikan dengan medan berat. Brimob mengerahkan pompa ministriker, nosel, selang, mesin Robin, serta dukungan transportasi. Polres Kampar mengerahkan 7 unit ministriker, 1 unit Robin, serta rangkaian selang dan nosel yang memadai.
Dukungan teknis juga datang dari TNI dilengkapi tangki air, BPBD dengan mesin pompa bertekanan, Manggala Agni dengan peralatan khusus gambut, serta perusahaan swasta yang turut menyertakan mobil damkar, pompa jinjing, hingga perlengkapan keselamatan lengkap.
Meskipun lokasi berdekatan dengan akses jalan umum, hambatan alam menjadi ujian terberat: arah angin yang kencang. Hal ini menyulitkan penyemprotan air secara langsung ke pusat api dan berpotensi menyebarkan asap serta percikan ke titik lain, menuntut strategi ekstra hati-hati dan terukur.
Langkah strategis diterapkan: tim tidak hanya memadamkan api yang terlihat, namun juga melakukan blokade lahan yang belum terbakar guna mencegah penjalaran, serta melakukan penyiraman menyeluruh sebagai pendinginan. Selain itu, dipasang Police Line di sepanjang batas TKP untuk keamanan wilayah dan ketertiban lokasi kejadian.
Menjelang pukul 12.00 WIB, meskipun api telah dikendalikan, sisa asap masih terlihat mengepul menandakan adanya potensi panas di lapisan gambut bawah. Oleh karena itu, operasi pendinginan diperpanjang terus hingga dipastikan aman total. Secara umum, situasi di lokasi terpantau aman, terkendali, dan kondusif.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K menyampaikan himbauan kepada seluruh personel yang berjibaku di lapangan, keselamatan dan kesehatan personil adalah prioritas utama. Medan gambut dan angin kencang adalah musuh berat, namun semangat kebersamaan kita tak tergoyahkan.
“Bekerjalah dengan hati-hati, saling menjaga rekan sejawat, dan gunakan perlengkapan pelindung diri dengan benar,” ujarnya.
Kepada masyarakat Kabupaten Kampar, khususnya warga Tambang dihimbau tetap tenang namun waspada.
“Hindari aktivitas yang dapat memicu percikan api. Jika berada di dekat lokasi kebakaran, gunakan masker demi kesehatan pernapasan. Kami akan terus berjuang hingga api benar-benar padam dan wilayah kembali aman,” pungkasnya.
(red)












