Perkuat Ketahanan Pangan, Polres Siak, Pemkab dan PT RAPP Tinjau Lahan Jagung Tumpang Sari di Sungai Mandau

SIAK – Dalam upaya memperkuat sektor ketahanan pangan daerah, jajaran Pemerintah Kabupaten Siak bersama unsur kepolisian dan PT RAPP melakukan pengecekan langsung terhadap lahan program penanaman jagung pipil di Kampung Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini difokuskan pada lahan seluas 40 hektar yang memanfaatkan pola tumpang sari dengan tanaman eukaliptus milik PT RAPP Estate Mandau.

Hadir dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak, Kaharuddin, S.P bersama Kabid Hortikultura, Aliyasak, S.P. Dari unsur kepolisian yakni Kabag SDM Polres Siak, Soehermansyah, S.H dan Kapolsek Sungai Mandau, Ipda J.B. Panjaitan, S.H didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kampung Lubuk Jering, Bripka Bambang S. Selain itu, hadir pula perwakilan manajemen PT RAPP, Yudianto, Ketua Kelompok Tani Maniso serta Ketua PPL Lubuk Jering, Suyatno.

Dalam peninjauan tersebut, diketahui bahwa tanaman jagung pipil yang memasuki usia tanam satu bulan menunjukkan perkembangan yang terpantau.

Guna mengoptimalkan hasil panen, tim melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  1. Melakukan pemupukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,
  2. Melakukan penyemprotan lanjutan pada area yang masih terdampak hama ulat grayak,
  3. Pemberian ekstra pupuk NPK diberikan kepada tanaman yang pertumbuhannya belum optimal untuk memacu perkembangan vegetatif jagung.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kabg SDM Kompol Soehermansyah menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi para petani dalam mengatasi kendala di lapangan.

“Apabila ditemukan kendala teknis, kami akan segera melakukan diskusi bersama untuk mencari solusi pemecahan masalahnya agar target ketahanan pangan dapat tercapai maksimal,” ujarnya.

Kegiatan pengecekan yang berlangsung hingga pukul 14.00 WIB ini berjalan dengan aman dan lancar. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, sektor swasta, dan kelompok tani ini diharapkan mampu menjadi model sukses bagi program ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Siak.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *