MEDAN
Ketua Umum Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam (PC IKA PMII) Kota Medan, Safrizal, melontarkan kritik tajam terhadap Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Menurutnya, Bobby tak boleh asal cakap terkait pembangunan di Kota Medan, yang dibiayai oleh APBD sebesar Rp 6 triliun per tahun.
“Jangan merasa bangga hanya karena menjadi menantu presiden dan seolah-olah mendapatkan prioritas proyek pembangunan yang diarahkan ke Kota Medan. Ini adalah ketimpangan dan ketidakadilan dalam pemerataan pembangunan di Sumatera Utara,” tegas Safrizal kepada awak media, Sabtu (28709/2024.
Safrizal mengungkapkan bahwa ketimpangan pembangunan ini menyebabkan daerah lain di Sumatera Utara seolah di-anak-tirikan. Padahal, masyarakat Sumatera Utara juga berhak mendapatkan pembangunan dari dana APBN yang bersumber dari pajak mereka.
“Asbun (asal bunyi) dan Tidak Jujur”
Safrizal bahkan menyebut Bobby Nasution asal bicara saat sebelumnya mengklaim pembangunan Kota Medan seperti proyek ROB di Belawan, Islamic Center, Lapangan Merdeka, Stadion Teladan, hingga proyek underpass semuanya menggunakan APBD.
“Setelah ada yang membuka data sebenarnya, barulah Bobby Nasution mengakui ada dana APBN. Terbukti kan, Bobby asal bunyi dan berbohong,” tambah Safrizal.
Menurut Safrizal, ini adalah indikasi bahwa Bobby kurang memahami esensi transparansi dan kejujuran dalam pemerintahan.
Sebagai Presiden Komunitas Cinta Polri KOTA-RI, Safrizal menyarankan tim sukses Edy-Hasan untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi pernyataan-pernyataan Bobby yang sering asal cakap.
Ketawa Ketiwi Membaca Pernyataan Bobby Nasution
Presiden Gerakan Aku Geram dan Anti Koruptor (GAGAK), Rizal, turut mengomentari pernyataan Bobby Nasution.
“Jujur saja, saya ketawa-ketawa baca pernyataan Bobby di media yang bilang dia akan tetap bisa membangun Sumatera Utara, meskipun sudah tidak jadi menantu presiden. Pakai apa dia mau bangun Sumut? Dengan APBD Sumut yang 60% untuk belanja pegawai, dan sisanya hanya 40%,” ujar Rizal.
Safrizal juga menyindir Bobby jika Bobby hanya akan merajuk ke mertuanya, Presiden Jokowi, untuk menekan Presiden Prabowo Subianto guna mendapat bantuan dana.
“Bobby Sudah Nggak Laku Lagi”
Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Modern Alkautsar (IKAPPMA) Kota Medan ini menegaskan bahwa Bobby sudah tidak relevan lagi karena Prabowo Subianto memiliki konsep pembangunan sendiri yang lebih adil untuk seluruh daerah.
“Tidak seperti mertuanya, yang mengutamakan Medan karena menantunya menjadi wali kota, sementara daerah lain dibiarkan terlantar,” tambahnya.
Safrizal juga menyoroti masalah hukum yang menyelimuti sejumlah proyek di Kota Medan, seperti runtuhnya gedung di Kejari Medan dan polemik lampu pocong.
“Ini tentu akan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum karena banyaknya laporan dan pengaduan masyarakat,” ungkap Safrizal.
Pembangunan Medan Lebih Buruk dari Sebelumnya
“Jika bukan karena status menantu presiden, Bobby Nasution itu bukan siapa-siapa dan minim gagasan. Saksikanlah sendiri, pembangunan di Kota Medan jauh lebih buruk dibandingkan wali kota sebelumnya.
Pembangunan di Kota Medan terlihat, sangat terlihat… ya, terlihat hancurnya,” tutup Safrizal dengan nada sindiran.
Dengan pernyataan ini, Safrizal ingin mengingatkan bahwa posisi atau hubungan kekerabatan bukanlah jaminan keberhasilan dalam membangun daerah.
Masyarakat Sumatera Utara berharap pembangunan yang lebih merata dan adil untuk seluruh wilayah.(red)












