Halal Bihalal PKPS Ramai Dihadiri Perantau, Perkuat Rindu Kampung Halaman

Padang – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Sumatera Barat yang digelar di Gedung Serbaguna DPW PKPS Sumbar, Minggu (12/4).

Acara ini dihadiri ratusan perantau asal Pesisir Selatan (Pessel) yang berdomisili di Padang.
Mewakili Wali Kota Padang, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, menyampaikan bahwa keberadaan perantau Pessel di Kota Padang memberikan dampak positif yang signifikan.

“Perantau Pessel dikenal egaliter, gigih, pekerja keras, dan mudah bergaul. Mereka menjadi bagian penting dalam dinamika sosial dan ekonomi Kota Padang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, jika pada era 1970-an Kota Padang didominasi perantau asal Pariaman, kini jumlah perantau Pessel terus meningkat seiring membaiknya akses transportasi menuju daerah tersebut.

Bahkan saat ini, populasi perantau Pessel menjadi salah satu yang terbesar di kota tersebut.
Menurutnya, kondisi ini diharapkan mampu mendorong kontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Padang.

Sementara itu, Ketua Panitia Halal Bihalal, Widoyo Hermanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat identitas sebagai urang pasisia.

“Tema ‘Rindu Pasisia, Baiyo Batido di Rumah Gadang’ menjadi pengingat bahwa ke mana pun kita merantau, jati diri sebagai orang Pesisir Selatan tidak boleh hilang,” katanya.

Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, turut mengajak para perantau untuk berkontribusi membangun kampung halaman.

“Kita tidak bicara pangkat atau jabatan,Yang terpenting adalah bagaimana orang Pessel ikut berperan dalam pembangunan daerah, baik secara fisik maupun sosial,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Pesisir Selatan masih tergolong daerah dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi, meskipun telah keluar dari status daerah tertinggal.

“Pessel saat ini berada di peringkat ke-17 dari 19 kabupaten/kota termiskin di Sumbar. Ini menjadi tantangan bersama,” ungkapnya.

Namun demikian, ia optimistis dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, seperti sektor kelautan, kehutanan, dan pertanian.

Selain itu, sektor pariwisata juga mulai berkembang pesat, terutama di kawasan Kawasan Wisata Mandeh yang kini dilirik investor.

“Kami berharap dukungan para perantau agar investasi yang masuk dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Ketua DPW PKPS Sumbar, Sengaja Budi Syukur, mengaku terharu melihat antusiasme perantau yang hadir. Ia menyebut suasana tersebut mengingatkannya pada Halal Bihalal tahun 2007 yang juga dipadati peserta.

“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Gedung DPW PKPS Sumbar sebagai pusat berkumpul dan bersilaturahmi bagi perantau,” katanya.

Ia pun berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan lantai dua gedung tersebut yang hingga kini masih belum rampung.

Acara Halal Bihalal ini menjadi simbol kuatnya ikatan emosional perantau Pesisir Selatan terhadap kampung halaman, sekaligus komitmen bersama dalam membangun daerah yang lebih maju.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *