PEKANBARU – Selasa, 28 Juli 2026 sekira pukul 15.30, senyum haru dan rasa syukur menyelimuti sebuah rumah sederhana di kawasan Jalan Riau, Kota Pekanbaru. Seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun bernama Apin akhirnya dapat kembali ke pelukan kedua orang tuanya setelah sempat hilang dan membuat keluarganya panik mencari ke mana-mana.
Peristiwa bermula ketika Apin meminta uang sebesar Rp3.000 kepada ibunya untuk membeli jajanan. Tanpa disadari, bocah kecil itu berjalan semakin jauh dari rumah hingga tiba di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jalan Riau. Karena masih terlalu kecil, Apin tidak lagi mengetahui jalan pulang.
Beruntung, kepedulian masyarakat menjadi awal dari kisah mengharukan ini. Apin ditemukan seorang juru parkir yang melihatnya berjalan seorang diri. Demi memastikan keselamatan anak tersebut, juru parkir kemudian membawanya ke petugas keamanan (security) Toko Kue Harves di Jalan Riau. Selanjutnya, pihak security mengantarkan Apin ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru agar segera dilakukan pencarian terhadap keluarganya.
Setibanya di SPKT, personel piket Brigadir Yesica, Brigadir Nora dan Briptu Panji langsung bergerak cepat. Berbekal keterangan yang masih terbatas dari Apin, mereka berupaya mencari alamat rumahnya menggunakan kendaraan dinas roda empat Patroli Pamapta. Namun, setelah menyusuri sejumlah lokasi, rumah Apin belum juga berhasil ditemukan.
Tidak ingin menyerah, Brigadir Yesica dan Brigadir Nora kemudian mengambil inisiatif menggunakan sepeda motor agar lebih mudah memasuki gang-gang kecil yang tidak dapat dilalui mobil. Keputusan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Di salah satu gang di belakang Toko Kue Harves, keduanya bertemu dengan seorang anak yang mengaku sebagai saudara Apin. Anak tersebut mengatakan bahwa kedua orang tuanya sejak tadi sedang cemas dan berusaha mencari keberadaan Apin.
Tanpa menunggu lama, Brigadir Yesica dan Brigadir Nora segera mengantarkan Apin pulang. Tangis haru pun pecah saat bocah kecil itu kembali berada dalam pelukan kedua orang tuanya yang sejak tadi diliputi rasa khawatir.
Momen sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri bukan hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.
Keberhasilan mempertemukan kembali Apin dengan keluarganya juga tidak lepas dari kepedulian masyarakat, mulai dari juru parkir, petugas keamanan Toko Kue Harves, hingga kesigapan personel SPKT Polresta Pekanbaru yang tidak mengenal lelah dalam memastikan seorang anak dapat kembali dengan selamat ke rumahnya.
Di balik kisah ini, tersimpan pesan penting bagi para orang tua agar senantiasa mengawasi anak-anak saat bermain maupun ketika keluar rumah. Sementara itu, sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi bukti bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat menghadirkan kebahagiaan yang begitu besar bagi sebuah keluarga.
Melindungi, mengayomi dan melayani bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.
(red)












