PEKANBARU – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) kembali gelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Riau, Senin (21/7) sekira pukul 08.30 WIB.
Dalam orasinya, Koordinator Massa Aksi, Wandri Saputra Simbolon menyebutkan aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas penertiban kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang juga berdampak pada tempat tinggal mereka.
Perwakilan demonstran dengan tegas menyatakan menolak relokasi dari 6 desa di Kecamatan Ukui dan Kuras yang telah ditempati turun temurun sejak beberapa tahun.
“Seharusnya gubernur, kapolda, bupati serta kapolres jadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat,” kata Wandri.
Para demonstran juga menuntut agar Satgas PKH segera keluar dari pemukiman warga yang terdampak kawasan TNTN dan meminta jawaban secepatnya dari Pemprov Riau terkait jaminan hidup masyarakat.
“Pak Abdul Wahid, tolong segera keluar! Kami bukan perambah hutan!,” teriaknya.
Sementara itu, beberapa orang perwakilan demonstran diterima oleh Kadis Kehutanan Syahrial Abdi, Bupati Pelalawan dan perwakilan Polda Riau dan dibawa ke ruang rapat Kantor Gubernur Riau untuk melakukan mediasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses mediasi perwakilan demonstran dan Pemprov Riau masih berlangsung. Sementara di luar gedung Kantor Gubernur Riau massa terus menunggu untuk bergerak.
(red)












