Gara-gara Harga Mie Rp 5.000, Pria di Kampar Bacok Pelanggan Hingga Terluka

KAMPAR – Polsek Siak Hulu menangkap pria terduga penganiayaan di Desa Kapau Jaya, Jumat (9/10/2026) malam. Pelaku berinisial JO (25) membacok korban RA hingga telapak tangan kirinya terluka. Korban kini dirawat di RS Bhayangkara Pekanbaru.

Kejadian bermula dari cekcok harga mie instan di kedai pelaku. Istri korban menanyakan harga yang berubah-ubah.

“Benar pelaku kami tangkap usai melakukan penganiayaan di depan kedainya,” ujar Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial, Senin (12/10).

Berawal dari Harga Mie Rp 5.000

Kronologi terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Korban datang bersama istri dan temannya ke kedai pelaku. Istri korban menagih kepastian harga mie satu karton. Ia mengaku sudah dua kali datang malam sebelumnya.

“Istri pelaku menjawab harga per bungkus Rp 5.000. Istri korban protes karena harga berubah tiba-tiba. Pelaku ikut menjawab dengan nada tinggi dan mengatakan manusia bisa salah,” kata Kapolsek.

Cekcok berlanjut saat istri korban menanyakan soal parang dan menyebut pelaku pernah membawa parang serta merusak kursi di kedainya.

“Korban mencoba menengahi dan bertanya masalahnya. Pelaku justru tersulut emosi. “Nantang kau di sini?” kata pelaku sebelum mengambil parang,” ungkap Kompol Deni.

Pelaku keluar dari kedai sambil membawa parang dan mengejar korban sambil mengayunkan parang ke arah kepala. Korban menepis dengan tangan kiri. Tebasan mengenai telapak tangannya hingga berdarah.

“Korban lari menyelamatkan diri. Pelaku sempat mengejar teman korban berinisial MS namun gagal,” terang Kapolsek.

Laporan Istri, Pelaku Ditangkap

Istri korban berinisial MU (30) langsung melapor ke Mapolsek Siak Hulu. Laporan diterima piket dan tim reskrim.

“Motifnya sakit hati. Pelaku tidak senang sikap korban yang menanyakan harga di warungnya,” ungkap Kompol Deni.

Tim langsung mendatangi TKP dan mengamankan pelaku. Pelaku dibawa ke Polsek Siak Hulu untuk pemeriksaan. Ia mengakui perbuatannya.

“Pelaku mengakui mengayunkan parang satu kali. Korban menepis hingga telapak tangan terluka,” pungkasnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *