SIAK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, Kecamatan Dayun dinyatakan terkendali. Operasi pemadaman dan pendinginan resmi diakhiri tim gabungan, Selasa (1/9/2026) sore.
Penutupan operasi ditandai dengan Apel Konsolidasi Akhir Penanganan Karhutla di area Beruk 03 dan 08 PT Bumi Siak Pusako, Dusun Pangkalan Lanjut, Kampung Dayun. Apel dipimpin Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar bersama Kepala Pelaksana BPBD Novendra Kasmara.
“Setelah tujuh hari bekerja di lapangan, Alhamdulillah penanganan Karhutla di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud dapat kita selesaikan. Kurang lebih 30 hektare lahan yang terdampak telah ditangani melalui pemadaman dan pendinginan secara intensif,” kata AKBP Sepuh.
Kapolres menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari Polres Siak, Polsek Siak, Satbrimob dan Ditsamapta Polda Riau, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan dan kampung, Manggala Agni, BKSDA, serta regu pemadam perusahaan di sekitar kawasan.
“Ini bukan pekerjaan satu institusi. Personel di lapangan bekerja bersama, melakukan pemadaman hingga pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi kembali memunculkan api,” ujarnya.
Selain di sekitar Taman Nasional Zamrud, proses pendinginan juga telah diselesaikan di kawasan Tasik Betung, areal Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Meski operasi berakhir, pengawasan tetap dilakukan.
AKBP Sepuh memastikan patroli pemantauan akan berlangsung selama 3 hari ke depan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Fokus kita bergeser kepada pemantauan, pencegahan agar kebakaran tidak berulang, serta proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Akmadi menambahkan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menekankan agar pendinginan dilakukan menyeluruh, terutama di lahan yang berpotensi menyimpan bara.
“Apel konsolidasi bukan berarti kewaspadaan berakhir. Ini menandakan satu tahapan penanganan di lapangan telah selesai. Selanjutnya personel tetap melakukan monitoring,” kata Akmadi.
Ia mengapresiasi kerja keras TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BKSDA, pemerintah daerah, masyarakat dan perusahaan yang bertugas selama tujuh hari di tengah panas dan asap.
“Polda Riau dan jajaran tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan Karhutla di seluruh wilayah Riau. Prinsipnya, ketika api sudah padam, pekerjaan belum selesai,” pungkasnya.
(red)












