70 Titik Panas Terdeteksi di Inhu, BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau

PEKANBARU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat adanya peningkatan jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau. Peningkatan ini berdampak pada memburuknya kualitas udara di Pekanbaru.Data terbaru BMKG menyebutkan jumlah hotspot di Riau mengalami lonjakan signifikan dalam sehari.

Riau Naik Jadi 96 Titik, Inhu Penyumbang Terbesar

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawadah mengatakan berdasarkan pantauan citra satelit BMKG Pekanbaru pukul 23.00 WIB, Selasa (15/9/2026), jumlah hotspot di Riau naik menjadi 96 titik. Angka ini naik dari pantauan sebelumnya yang hanya berkisar 76 titik.

“Terjadi lonjakan jumlah titik panas di Provinsi Riau dari sebelumnya hanya berkisar 76 titik panas kini naik menjadi 96 titik panas,” ujar Yudhistira kepada wartawan.

Dari 96 titik tersebut, sebaran terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan 70 titik. Peningkatan hotspot di Riau turut menjadi bagian dari 4.127 titik panas yang terpantau di seluruh wilayah Sumatera.

Provinsi dengan hotspot terbanyak di Sumatera masih didominasi Sumatera Selatan dengan 2.878 titik. Disusul Lampung 468 titik, Bangka Belitung 318 titik, Jambi 285 titik, Bengkulu 31 titik.

Sementara daerah lain di Riau terpantau: Dumai 7 titik, Pelalawan 6 titik, Kampar 4 titik, Indragiri Hilir 4 titik, Siak 2 titik, Bengkalis 1 titik, Kepulauan Meranti 1 titik, dan Rokan Hulu 1 titik.

Potensi Kabut Asap Meningkat

Tingginya jumlah hotspot tersebut, lanjut Yudhistira turut meningkatkan potensi terjadinya kabut asap di sejumlah wilayah di Riau. Termasuk di Kota Pekanbaru yang hari ini kualitas udaranya kembali buruk.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa beraktivitas di luar rumah.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *